Kajian Konstruksi Tes Sumatif Bahasa Indonesia dan Implikasinya untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP

Penulis

  • Yuenda Pratama Dewi SMA Alfa Centauri, Bandung, Indonesia
  • Andoyo Sastromiharjo Universitas Pendidikan Indonesia image/svg+xml
  • Suci Sundusiah Universitas Pendidikan Indonesia image/svg+xml

DOI:

https://doi.org/10.17509/artikulasi.v1i1.32525

Kata Kunci:

tes sumatif bahasa indonesia

Abstrak

Penelitian ini diperlukan untuk mengetahui kualitas soal, untuk mencerminkan capaian tujuan pembelajaran dan melihat kemampuan peserta didik. Kualitas soal sangat mempengaruhi terhadap capaian tujuan pembelajaran dan melihat kemampuan pengetahuan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) tingkat kesukaran soal, (2) jenjang kognitif soal, (3) hasil akhir pengukuran, (4) implikasi untuk pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yaitu (1) pada tingkat kesukaran soal diketahui bahwa soal terlalu banyak yang tergolong mudah sehingga ketika soal tersebut akan digunakan kembali sebaiknya dilakukan perbaikan terlebih dahulu agar tingkat kesukaran, daya beda dan butir pengecoh nya baik; (2) pada analisis jenjang kognitif, soal memiliki kesetaraan jumlah antara C1, C2, C4 dan tidak terdapat soal yang tergolong C5 sehingga ketika akan membuat soal perhatikan kembali kesetaraan antar tingkatan kemampuan kognitif setiap soal, tidak menumpuk pada kategori HOTS ataupun LOTS; (3) pada analisis hasil akhir pengukuran, diperlukan perbaikan soal pada pembuatan soal selanjutnya dan peningkatan kemampuan peserta didik dengan mengembangkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru ; (4) implikasi untuk pembelajaran bahasa indonesia yaitu pembuat kebijakan diperlukan untuk memperbaiki soal dari segi tingkat kesukaran soal, daya beda, butir pengecoh, dan jenjang kognitif jika soal tersebut akan digunakan kembali, guru harus lebih menekankan proses pembelajaran bukan hanya pada tercapainya tujuan pembelajaran namun pada pemahaman peserta didik, peserta didik harus memahami materi-materi yang telah dipelajari disetiap proses pembelajaran.

Referensi

Abidin, Yunus. (2016). Revitalisasi dan Evaluasi Pendidikan: dalam Konteks Pendidikan

Multiliterasi Abad Ke-21. Bandung: Refika Aditama.

Amirono dan Daryanto. (2016). Evaluasi dan Penilaian Pembelajaran Kurikulum 2013.

Gavamedia:Yogyakarta

Anderson, L.W dan Krathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy for Learning. Teaching and

Assessment: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educatioal Objectives. New York:

Addison Wesley Longman, Inc.

Arikunto, Suharsimi. (2013). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.

Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta:Jakarta

Djamarah, Syaiful Bahri. (2005). Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta:

Rineka Cipta.

Giani, Zulkardi, & Hiltrimartin C. (2015). Analisis Tingkat Kognitif Soal-soal Buku Teks

Matematika Kelas VII Berdasarkan Taksonomi Bloom. Jurnal Pendidikan Matematika,

9(2), 1-20.

Nurgiyantoro, B. (2014). Penilaian Pembelajaran Bahasa:Berbasis Kompetensi. BPFEYogyakarta: Yogyakarta

Permendikbud RI Nomor 22 Tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan

Menengah

Popham, A. James. (2011). Classroom Assessment: What Teacher Need To Know. USA:

Pearson Education.

Sudijono, Anas. (2015). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Unduhan

Diterbitkan

2021-04-27

Terbitan

Bagian

Articles

Sitasi

Cara Mengutip

Kajian Konstruksi Tes Sumatif Bahasa Indonesia dan Implikasinya untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia SMP. (2021). Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 39-47. https://doi.org/10.17509/artikulasi.v1i1.32525