Etika Publikasi & Kebijakan

Terakhir diperbarui: 26 September 2026

Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berkomitmen menjaga integritas, transparansi, independensi, dan akuntabilitas dalam seluruh proses penerbitan ilmiah. Kebijakan jurnal dikembangkan dengan merujuk pada praktik etika publikasi yang diakui secara internasional, termasuk prinsip dan panduan Committee on Publication Ethics (COPE), serta prinsip transparansi dan praktik terbaik dalam penerbitan ilmiah.

Kebijakan ini berlaku bagi penulis, editor, reviewer, anggota editorial board, pengelola jurnal, dan pihak lain yang terlibat dalam proses publikasi. Keputusan editorial didasarkan pada kualitas dan integritas ilmiah, relevansi terhadap Aims & Scope, serta kepatuhan terhadap etika publikasi. Keputusan tidak boleh dipengaruhi oleh asal institusi, kewarganegaraan, identitas personal, pandangan politik atau agama, hubungan komersial, maupun pembayaran biaya publikasi.

Artikulasi menangani dugaan pelanggaran secara adil, terdokumentasi, proporsional, dan menjaga kerahasiaan pihak terkait sejauh memungkinkan. Jurnal tidak melakukan investigasi institusional yang berada di luar kewenangannya; apabila diperlukan, jurnal dapat meminta klarifikasi atau merujuk persoalan kepada institusi, komite etik, pemberi dana, atau otoritas lain yang relevan.

Kebijakan utama Artikulasi mencakup: Authorship & Contributorship; Conflicts of Interest; Research Misconduct; Plagiarism and Redundant Publication; Citation Manipulation; Data Availability; Ethical Oversight; Complaints & Appeals; Corrections, Retractions & Expressions of Concern; Copyright & Licensing; Open Access; Digital Preservation; Generative AI; dan kebijakan terkait lainnya.

Authorship & Contributorship

Authorship diberikan kepada individu yang memberikan kontribusi substantif terhadap konsepsi atau desain penelitian; pengumpulan, analisis, atau interpretasi data; dan/atau penyusunan atau revisi intelektual manuskrip, serta menyetujui versi akhir dan bertanggung jawab atas kontribusinya. Artikulasi mendorong penggunaan taksonomi CRediT untuk menjelaskan kontribusi masing-masing penulis.

Individu yang memberikan dukungan administratif, teknis, bahasa, pendanaan, atau bantuan lain tetapi tidak memenuhi kriteria authorship harus disebutkan pada Acknowledgments dengan persetujuan yang bersangkutan. Gift, guest, dan ghost authorship tidak diperkenankan.

Urutan penulis harus disepakati sebelum submission. Permintaan penambahan, penghapusan, atau perubahan urutan penulis setelah submission harus disertai alasan tertulis dan persetujuan seluruh penulis. Setelah acceptance, perubahan authorship hanya dipertimbangkan dalam keadaan luar biasa dan dapat menunda publikasi.

Konflik Kepentingan

Penulis, reviewer, dan editor wajib mengungkapkan kepentingan finansial, profesional, personal, akademik, institusional, atau hubungan lain yang secara wajar dapat dipandang memengaruhi penilaian, pelaksanaan, atau interpretasi penelitian. Pengungkapan konflik kepentingan tidak selalu berarti suatu pihak tidak dapat terlibat, tetapi memungkinkan editor menentukan langkah pengelolaan yang tepat.

Editor yang memiliki konflik kepentingan terhadap suatu manuskrip wajib mengundurkan diri dari penanganannya. Manuskrip yang ditulis oleh editor atau anggota editorial board harus ditangani oleh editor independen, dan penulis yang terkait dengan jurnal tidak boleh terlibat dalam pemilihan reviewer atau keputusan atas manuskripnya sendiri.

Pelanggaran Integritas Penelitian dan Publikasi

Artikulasi tidak menoleransi fabrikasi atau falsifikasi data, plagiarisme, publikasi duplikat atau redundan yang tidak diungkapkan, manipulasi gambar atau data yang menyesatkan, manipulasi proses peer review, manipulasi sitasi, authorship yang tidak tepat, penyalahgunaan identitas, atau bentuk pelanggaran integritas ilmiah lainnya.

Dugaan pelanggaran dapat muncul sebelum atau setelah publikasi. Editor melakukan penilaian awal terhadap bukti, meminta klarifikasi dari pihak terkait bila diperlukan, dan menjaga kerahasiaan proses. Jurnal tidak menyatakan seseorang bersalah hanya berdasarkan tuduhan. Apabila persoalan memerlukan investigasi di luar kewenangan jurnal, editor dapat menghubungi institusi atau otoritas yang relevan. Hasil penanganan dapat berupa penghentian proses submission, penolakan, koreksi, expression of concern, retraksi, atau tindakan lain yang proporsional terhadap bukti dan tahap publikasi.

Plagiarisme, Publikasi Redundan, dan Manipulasi Sitasi

Seluruh sumber, gagasan, data, dan kata-kata pihak lain harus diatribusikan secara tepat. Penggunaan kembali teks penulis sendiri juga harus dilakukan secara transparan dan proporsional. Artikulasi menggunakan pemeriksaan similaritas sebagai alat bantu editorial; keputusan tidak didasarkan hanya pada satu persentase similarity, melainkan pada sumber, lokasi, sifat, dan konteks kemiripan.

Manuskrip tidak boleh dipublikasikan secara redundan atau diajukan secara bersamaan ke lebih dari satu jurnal. Hubungan dengan preprint, tesis/disertasi, prosiding, dataset, atau karya sebelumnya harus diungkapkan apabila relevan.

Penulis tidak diwajibkan mengutip Artikulasi, editor, atau reviewer. Reviewer dan editor tidak boleh meminta sitasi yang tidak relevan untuk meningkatkan sitasi pribadi, jurnal, atau pihak tertentu. Permintaan sitasi harus memiliki alasan akademik yang sah.

Ketersediaan Data dan Reproducibility

Artikulasi mendorong transparansi data dan bahan penelitian sejauh memungkinkan secara etis, hukum, dan praktis. Penulis harus menyertakan Data Availability Statement yang menjelaskan apakah data pendukung tersedia, lokasi akses atau repositori apabila tersedia, syarat akses, atau alasan data tidak dapat dibagikan.

Data tidak boleh dibuka apabila hal tersebut melanggar privasi, informed consent, kerahasiaan, hak kekayaan intelektual, keamanan, atau kewajiban etik/hukum. Jika data tidak dapat dibagikan secara terbuka, penulis harus menjelaskan pembatasannya secara memadai. Editor dapat meminta data atau dokumentasi tambahan untuk keperluan evaluasi integritas, dengan tetap memperhatikan ketentuan etik dan hukum.

Pengawasan Etik Penelitian

Penelitian yang melibatkan manusia, data pribadi atau sensitif, kelompok rentan, atau situasi lain yang memerlukan pengawasan etik harus mematuhi standar etik dan peraturan yang berlaku. Penulis harus menjelaskan persetujuan komite etik dan/atau informed consent apabila relevan dan diwajibkan. Jika persetujuan etik formal tidak diperlukan, penulis dapat diminta menjelaskan dasar pengecualian tersebut.

Identitas peserta dan informasi rahasia harus dilindungi. Kutipan, gambar, rekaman, atau materi yang dapat mengidentifikasi individu hanya boleh dipublikasikan apabila dasar etik dan izin yang diperlukan telah dipenuhi. Penelitian di lingkungan pendidikan harus memperhatikan relasi kuasa, persetujuan partisipasi, perlindungan peserta didik, dan kerahasiaan data.

Keluhan dan Banding

Penulis, reviewer, pembaca, atau pihak lain dapat mengajukan keluhan mengenai proses editorial, perilaku editorial, kebijakan, atau konten yang diterbitkan melalui alamat kontak resmi jurnal. Keluhan harus menjelaskan persoalan secara spesifik dan, bila memungkinkan, menyertakan bukti yang relevan.

Banding atas keputusan editorial harus didasarkan pada dugaan kesalahan prosedural atau ilmiah yang spesifik, bukan semata-mata ketidaksetujuan terhadap keputusan. Banding harus menjelaskan bagian keputusan atau review yang dipersoalkan dan memberikan alasan akademik yang dapat diperiksa.

Keluhan atau banding tidak boleh diputuskan oleh individu yang menjadi subjek utama keluhan atau memiliki konflik kepentingan. Editor-in-Chief atau pihak independen yang ditunjuk akan menilai kasus dan dapat meminta informasi tambahan. Keputusan hasil banding dicatat dan dikomunikasikan kepada pihak terkait. Untuk keluhan mengenai Editor-in-Chief, penanganan dialihkan kepada pejabat/pihak penerbit yang independen dari kasus tersebut.

Koreksi, Retraksi, dan Expression of Concern

Artikulasi menjaga rekam ilmiah setelah publikasi. Kesalahan yang tidak membatalkan keseluruhan temuan dapat diperbaiki melalui correction notice yang ditautkan secara jelas ke artikel asli. Retraksi dipertimbangkan apabila temuan tidak dapat dipercaya karena kesalahan besar atau misconduct, terdapat plagiarisme atau publikasi redundan yang material, penelitian tidak etis, peer review dimanipulasi, atau alasan serius lain yang merusak validitas/integritas artikel.

Artikel yang diretraksi tidak dihapus dari rekam publikasi kecuali terdapat alasan hukum atau keselamatan yang luar biasa. Status retraksi harus terlihat jelas dan notice menjelaskan alasan secara memadai tanpa bahasa yang bersifat menghukum. Expression of Concern dapat digunakan ketika terdapat kekhawatiran serius tetapi investigasi belum selesai atau bukti belum cukup untuk keputusan akhir.

Koreksi, retraksi, dan expression of concern harus memiliki metadata dan tautan yang memungkinkan pembaca memahami hubungan dengan artikel asli.

Diskusi Pascapublikasi

Artikulasi menerima komunikasi yang beralasan mengenai artikel yang telah diterbitkan melalui kontak resmi jurnal. Kritik ilmiah yang relevan akan dinilai secara editorial dan, bila diperlukan, diteruskan kepada penulis untuk tanggapan. Informasi baru yang menunjukkan kemungkinan kesalahan atau masalah integritas akan ditangani sesuai kebijakan koreksi, retraksi, atau research misconduct. Kritik yang disampaikan dengan itikad baik tidak boleh ditekan hanya karena mempertanyakan artikel yang telah diterbitkan.

Kebijakan Generative AI

Generative AI atau AI-assisted tools tidak dapat memenuhi tanggung jawab authorship dan tidak boleh dicantumkan sebagai penulis. Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas akurasi, orisinalitas, sitasi, atribusi, integritas data, perlindungan kerahasiaan, dan seluruh isi manuskrip.

Penggunaan GenAI yang substantif dalam penyusunan teks, penerjemahan yang memengaruhi substansi, analisis, pengolahan data, pembuatan gambar, kode, atau aktivitas penelitian lain harus diungkapkan secara transparan sesuai relevansinya, termasuk nama alat, tujuan penggunaan, dan bagian proses yang dibantu. Pemeriksaan ejaan/grammar konvensional yang tidak menghasilkan substansi baru dapat diperlakukan sesuai kebijakan editorial yang berlaku.

Penulis tidak boleh memasukkan data rahasia, data peserta, manuskrip pihak lain, atau materi yang dilindungi ke layanan AI apabila hal tersebut melanggar kerahasiaan, persetujuan, hak cipta, atau perlindungan data.

Reviewer dan editor tidak boleh mengunggah manuskrip yang belum dipublikasikan atau informasi rahasia dari proses review ke sistem GenAI eksternal apabila hal tersebut dapat melanggar kerahasiaan. Setiap penggunaan AI dalam proses editorial harus tunduk pada perlindungan kerahasiaan dan kebijakan jurnal.

Pernyataan Akses Terbuka

Jurnal ini menyediakan akses terbuka segera terhadap seluruh kontennya berdasarkan prinsip bahwa penyediaan hasil penelitian secara bebas kepada publik mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih luas.

Seluruh artikel dapat diakses tanpa biaya segera setelah terbit. Pembaca boleh membaca, mengunduh, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau menautkan teks lengkap artikel tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada penerbit atau penulis, sesuai definisi akses terbuka Budapest Open Access Initiative (BOAI) dan ketentuan Lisensi.

Hak cipta atas artikel yang diterbitkan dipegang oleh Artikulasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Artikel diterbitkan di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0).

Dengan menyerahkan naskah, penulis menyatakan bahwa:

  1. naskah merupakan karya asli penulis dan belum pernah diterbitkan atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan di tempat lain;
  2. seluruh penulis yang tercantum telah menyetujui naskah dan penyerahannya;
  3. penulis telah memperoleh izin untuk menggunakan materi pihak ketiga (gambar, tabel, kutipan panjang) yang dimuat dalam naskah.

Lisensi

Lisensi Creative Commons BY-SA 4.0

Artikel dalam jurnal ini dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Siapa pun bebas untuk:

  • Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan artikel dalam bentuk atau format apa pun;
  • Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari artikel untuk kepentingan apa pun, termasuk komersial;

dengan ketentuan:

  • Atribusi — mencantumkan kredit yang sesuai (nama penulis, judul, jurnal, DOI), tautan ke lisensi, dan menyatakan bila ada perubahan;
  • BerbagiSerupa — karya turunan harus disebarluaskan di bawah lisensi yang sama;
  • Tanpa pembatasan tambahan — tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau upaya teknologi yang membatasi orang lain melakukan hal yang diizinkan lisensi.

Pengarsipan Mandiri & Pelestarian Digital

Pengarsipan mandiri oleh penulis. Penulis diperbolehkan menyimpan naskah versi yang diserahkan (preprint), versi yang diterima (accepted manuscript), maupun versi terbit (published version) di repositori institusi, repositori subjek, situs pribadi, atau jejaring akademik, kapan saja tanpa masa embargo, dengan mencantumkan sitasi lengkap dan tautan DOI artikel.

Pengarsipan oleh jurnal. Konten jurnal yang telah terbit dilestarikan secara otomatis melalui PKP Preservation Network (PKP PN), jaringan pelestarian digital terdistribusi berbasis LOCKSS yang dikelola Public Knowledge Project, sehingga konten tetap tersedia bila jurnal berhenti terbit. Setiap artikel juga memiliki DOI (Crossref).

Kebijakan ORCID iD

ORCID iD adalah pengenal digital unik dan tetap bagi peneliti yang membedakan penulis dengan nama serupa serta menautkan karya ke profil penulis.

  1. Metadata submission setiap penulis harus memuat ORCID iD, sesuai Panduan Penulis.
  2. ORCID iD dicantumkan pada metadata penulis di sistem (profil pengguna atau formulir penulis), dan akan ditampilkan pada halaman artikel.
  3. Penulis yang belum memiliki ORCID iD dapat mendaftar gratis di orcid.org/register.