Pergeseran Fungsi Pragmatis Ungkapan Emosi dalam Dongeng Sunda Digital “Ratu Tolohéor”

Authors

  • Azhar Jauhari Ash-Shiddiq Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Nunuy Nurjanah Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Hernawan Hernawan Universitas Pendidikan Indonesia Author
  • Denny Adrian Nurhuda Badan Riset Inovasi Nasional Author

DOI:

https://doi.org/10.17509/3d1g6x76

Keywords:

Pergeseran fungsi, ekspresi emosi, dongeng digital, pragmatik, Ratu Tolohéor

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pergeseran fungsi pragmatis ungkapan emosi dalam dongeng “Ratu Tolohéor” pada channel YouTube CAKRA905FM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik melalui teknik simak-catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan emosi didominasi oleh kalimat seruan/aklamatif, diikuti oleh kalimat tanya, perintah, dan berita. Dominasi kalimat seruan mencerminkan sifat emosi yang eksplosif untuk menghidupkan suasana dramatis di media digital. Penelitian ini memperluas teori Sudaryat (2020) melalui temuan variasi arti pragmatis baru seperti ngalélécé (menghina), panggeuri (meratap), ngagonjak (bersenda gurau), pangolo (membujuk), dan panyawad (mencela). Hasil dari  penelitian menegaskan bahwa emosi dalam dongeng Sunda digital memicu fleksibilitas bahasa, di mana fungsi gramatikal bergeser menjadi instrumen komunikasi tidak langsung yang sarat kecerdasan linguistik.

Published

2026-05-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Ash-Shiddiq, A. J., Nurjanah, N., Hernawan, H., & Nurhuda, D. A. (2026). Pergeseran Fungsi Pragmatis Ungkapan Emosi dalam Dongeng Sunda Digital “Ratu Tolohéor”. LOKABASA (Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Budaya Daerah Serta Pengajarannya), 17(1). https://doi.org/10.17509/3d1g6x76