Pergeseran Fungsi Pragmatis Ungkapan Emosi dalam Dongeng Sunda Digital “Ratu Tolohéor”
DOI:
https://doi.org/10.17509/3d1g6x76Keywords:
Pergeseran fungsi, ekspresi emosi, dongeng digital, pragmatik, Ratu TolohéorAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pergeseran fungsi pragmatis ungkapan emosi dalam dongeng “Ratu Tolohéor” pada channel YouTube CAKRA905FM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik melalui teknik simak-catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan emosi didominasi oleh kalimat seruan/aklamatif, diikuti oleh kalimat tanya, perintah, dan berita. Dominasi kalimat seruan mencerminkan sifat emosi yang eksplosif untuk menghidupkan suasana dramatis di media digital. Penelitian ini memperluas teori Sudaryat (2020) melalui temuan variasi arti pragmatis baru seperti ngalélécé (menghina), panggeuri (meratap), ngagonjak (bersenda gurau), pangolo (membujuk), dan panyawad (mencela). Hasil dari penelitian menegaskan bahwa emosi dalam dongeng Sunda digital memicu fleksibilitas bahasa, di mana fungsi gramatikal bergeser menjadi instrumen komunikasi tidak langsung yang sarat kecerdasan linguistik.
